Minggu, 02 November 2014

Senja di awal November

Kembali aku pulang membawa segelas harapan
Menarik kembali ketika senyummu hadir tanpa permisi
Masih
Harapan itu memuncit bak punuk onta

Senja berlukis wajahmu terlihat lagi sore ini
Gerimis yang mewakilkan asa ku
Kau
Masih tak pernah tahu

November
Senja membiru kembali
Bagiku

Merangkul sendiri bayangan yang ternyata tak pernah nyata
Terduduk terdiam dengan sentuhan yang ternyata tak pernah tersentuh
Aku hilang di pelupuk matamu
Semakin hilang tersapu mentari yang termalu

Tinggalkan saja aku disini
Ditempat biasa aku bersama hujan
Ditempat biasa aku bersama bayangmu
Tinggalkan saja aku

Tersenyumlah
Terkadang aku harus sadar bahwa kita bukan siapa-siapa
Dan ada langkah yang berat
Karena mungkin kuncinya sudah kau hanyutkan di pantai rancabuaya
Untuk kemudian kau pergi dengan meninggalkan sesuatu yang sudah tumbuh disini
Di hati...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar