Lalu, disebut apa?
ketika setiap semua yang terjadi terlintas ada mu
seringkali ku usir jauh
namun sejauh itu juga ia kembali
kita tak pernah berjanji
bahkan tak pernah berucap
berjanji untuk setia
dan berucap tentang cinta..
Lalu disebut apa?
disaat rindu kian membesar
sedang aku tak pernah melihat matamu
pun kau dengan ku
akankah kita bersama tanpa satu
saling menatap bulan yang sama
bersama memperhatikan bintang yang berjuta
namun ditempat yang tak sama..
Senin, 10 Februari 2014
akankah terganti?
Aku pernah benar mersa jatuh
luka dikaki membuat ku merasakan sakitnya
pernah bangkit
tapi secepat itu juga rasa sakit kembali pulih
Dunia lantas tak berhenti berputar untuk menunggu ku
tapi dunia harus tau, kurasa dia runtuh
air mata akankah terganti
jika sebuah senyuman terpaksa ternampak..
luka dikaki membuat ku merasakan sakitnya
pernah bangkit
tapi secepat itu juga rasa sakit kembali pulih
Dunia lantas tak berhenti berputar untuk menunggu ku
tapi dunia harus tau, kurasa dia runtuh
air mata akankah terganti
jika sebuah senyuman terpaksa ternampak..
Sabtu, 08 Februari 2014
Bukan puisi
Maaf aku pergi tanpa pamit, ini hanya sebentar. Aku hanya ingin mengobati rasa sakit yang saat ini aku rasakan. Aku baik saja, percayalah. Ada alasan kuat kenapa aku hanya pergi dari situ dan aku bertahan disini bukan untuk menghindar darimu. Manalah mungkin aku menghindar dari orang yang sering sembunyi-sembunyi aku perhatikan. Suatu saat kelak kita bisa membagi semuanya secara terus terang, aku akan membagikannya. Pahitnya yang pernah aku rasakan, dan manis yang juga tak jarang singgah. Dengan janji, kau juga kan membaginya.
Ah, apa bisa? Sedang kau tak penah tau kehadiranku.
Untukmu, yang tersenja..
Ah, apa bisa? Sedang kau tak penah tau kehadiranku.
Untukmu, yang tersenja..
mamak 1
Disela tangisanku, dengan masih air mata mengalir deras aku berkata pada ibu dengan wajah masih kubenamkan dibantal, "mamak sabarkan? mungkin aku tamat kuliah telat. Mamak sabar nunggu aku?" tangisanku memberhentikan ucapanku. Lalu ibu menjawab dengan penuh nada kasih sayang, "sabar lah. Yang ngejalani kuliah aja sabar, apalagi mamak. Pasti lebih sabar lagi. Yang penting kan udah usaha, jadi mau gimana lagi? Gak akan merubah segalanya dengan nangis, sabar aja ka"
Aku pun menatap wajah ibu, ibu mencoba menghiburkku dan aku lihat sekali sebenarnya ibu kecewa. Namun ia coba sembunyikan di balik wajah sendunya. Membuat tangisku semakin deras, bukan untuk menyesal, tapi untuk berterimaksih Allah telah mempertemukanku dengan ibu seperti mamak di dunia ini, senoga sampai di surga tetap bersama..
Mamak--
Aku pun menatap wajah ibu, ibu mencoba menghiburkku dan aku lihat sekali sebenarnya ibu kecewa. Namun ia coba sembunyikan di balik wajah sendunya. Membuat tangisku semakin deras, bukan untuk menyesal, tapi untuk berterimaksih Allah telah mempertemukanku dengan ibu seperti mamak di dunia ini, senoga sampai di surga tetap bersama..
Mamak--
Kamis, 06 Februari 2014
Melainkan rindu
Pernakah kau resapi salah satu malam
dimana dinginya begitu menusuk
bahkan selimut tak mampu menetralkannya
Aku pernah meresapinya
bukan dingin angin yang membuat ku kacau
melainkan rindu
Kau tersangka utama dalam kacaunya malam ini
semakin kacau dengan ku menutup mata
semyummu seakan tiba
Kupeluk erat rindu ini
berharap esok pagi kau kan kubawa pergi
pergi kesuatu tempat dimana aku biasa meluapkan rindu untukmu..
dimana dinginya begitu menusuk
bahkan selimut tak mampu menetralkannya
Aku pernah meresapinya
bukan dingin angin yang membuat ku kacau
melainkan rindu
Kau tersangka utama dalam kacaunya malam ini
semakin kacau dengan ku menutup mata
semyummu seakan tiba
Kupeluk erat rindu ini
berharap esok pagi kau kan kubawa pergi
pergi kesuatu tempat dimana aku biasa meluapkan rindu untukmu..
Rabu, 05 Februari 2014
Tempat dimana nanti..
Tepat dimana aku rencanakan suatu saat kita akan saling berpegangan tangan di sini.
Tempat terbaik untuk melihat senja.
Tempat terbaik dimana kita akan menumpahkan semua ribuan barisan rindu.
Disini, aku hanya bertemankan angin.
Aku tak lagi ingin menyampaikan salam ku untuk mu melalui dia.
Aku cukup tersenyum karena bau angin ini seakan menyiratkan salam ku telah sampai untukmu tanpa aku memohon.
Disana, menjadilah apa yang kau inginkan.
Aku pernah sepi.
Ceriaku terkikis oleh rindu.
Tawaku perlahan mengecil oleh kesadaranku.
Semakin paham, semakin ku biarkan semua ini semakin tak dapat ku halau keberadaannya.
Tempat terbaik untuk melihat senja.
Tempat terbaik dimana kita akan menumpahkan semua ribuan barisan rindu.
Disini, aku hanya bertemankan angin.
Aku tak lagi ingin menyampaikan salam ku untuk mu melalui dia.
Aku cukup tersenyum karena bau angin ini seakan menyiratkan salam ku telah sampai untukmu tanpa aku memohon.
Disana, menjadilah apa yang kau inginkan.
Aku pernah sepi.
Ceriaku terkikis oleh rindu.
Tawaku perlahan mengecil oleh kesadaranku.
Semakin paham, semakin ku biarkan semua ini semakin tak dapat ku halau keberadaannya.
Selasa, 04 Februari 2014
1
Aku dapati suara itu lagi.
Tak pernah aku pikir akan sekeras itu.
Suara tangis yang bercampur dengan suara ketidakpastian.
Taukah kau waktu itu aku sangat takut.
Ketika aku mendengar suara teriakan.
Aku sangat ingin memelukmu waktu itu dan ikut meneriaki dia.
Aku takkan pernah meloloskan orang yang sudah membuatmu terluka.
Aku hanya bisa menarik tubuhmu dan kuintip wajahmu dari sela guling kesayangan ku.
Akan ku ganti setiap bulir air matamu yang jatuh waktu itu...
Tak pernah aku pikir akan sekeras itu.
Suara tangis yang bercampur dengan suara ketidakpastian.
Taukah kau waktu itu aku sangat takut.
Ketika aku mendengar suara teriakan.
Aku sangat ingin memelukmu waktu itu dan ikut meneriaki dia.
Aku takkan pernah meloloskan orang yang sudah membuatmu terluka.
Aku hanya bisa menarik tubuhmu dan kuintip wajahmu dari sela guling kesayangan ku.
Akan ku ganti setiap bulir air matamu yang jatuh waktu itu...
Langganan:
Postingan (Atom)